Sabtu, 16 Januari 2010
NASA Climate Report on Global Warming-Teleconference Version
Cara Tercepat Mengerem Pemanasan Global
Vegetarian:
Cara Tercepat Mengerem Pemanasan Global Hingga 80%
Sebagaimana yang telah disampaikan sebelumnya, pada November 2006 PBB telah merilis
laporan mengejutkan yang berhasil membuka mata dunia bahwa ternyata 18% dari
emisi gas rumah kaca datang dari aktifitas pemeliharaan ayam, sapi, babi,
dan hewan-hewan ternak lainnya. Di sisi lain, mobil, sepeda motor, truk-truk
besar, pesawat terbang, dan semua sarana transportasi lainnya yang bisa Anda
sebutkan hanya menyumbang 13% emisi gas rumah kaca. Bayangkanlah kenyataan
ini: Ternyata penghasil utama emisi gas berbahaya yang mengancam kehidupan
planet kita saat ini bukanlah mobil, sepeda motor, ataupun truk dan bus
dengan polusinya yang menjengkelkan Anda. Tetapi emisi berbahaya itu datang
dari sesuatu yang nampak sederhana, tidak berdaya, dan nampak lezat di meja
makan Anda. Yaitu daging!

Mungkin bagi Anda hal ini sangat
berlebihan. Tetapi ketahuilah bahwa laporan ini bukan dirilis oleh
sekelompok ilmuwan paranoid yang tidak kompeten, ataupun peneliti dari
tingkat universitas lokal. Laporan ini dirilis langsung oleh PBB melalui FAO
(Food and Agriculture Organization—Organisasi Pangan dan Pertanian).
Tentu agak sulit membayangkan bagaimana mungkin seekor anak ayam yang
terlahir dari telurnya yang begitu rapuh, yang terlihat begitu kecil
dibandingkan luasnya planet ini, bisa memberikan pengaruh yang begitu besar
pada perubahan iklim. Jawabannya adalah pada jumlah mereka mereka yang luar
biasa banyak.
Amerika Serikat saja menjagal tidak kurang dari 10 miliar hewan darat setiap
tahunnya (tidak termasuk ikan dan hewan laut lainnya).
Bayangkan berapa banyak jumlahnya bila digabungkan
dengan seluruh dunia.
Untuk membantu Anda membayangkan bagaimana sektor
peternakan bisa menghasilkan emisi yang begitu besar, simaklah beberapa poin
berikut ini:
1Pemeliharaan
hewan ternak memerlukan energi listrik untuk lampu-lampu dan peralatan
pendukung peternakan, mulai dari penghangat ruangan, mesin pemotong, dll.
Salah satu inefisiensi listrik terbesar adalah dari mesin-mesin pendingin
untuk penyimpanan daging. Baik yang ada di peternakan maupun yang ada di
titik-titik perhentian (distributor, pengecer, rumah makan, pasar, dll)
sebelum daging tersebut tiba di rumah/piring makan Anda. Anda tentu tahu
bahwa mesin-mesin pendingin adalah peralatan elektronik yang sangat boros
listrik/energi.
2Transportasi
yang digunakan, baik untuk mengangkut ternak, makanan ternak, sampai dengan
elemen pendukung peternakan lainnya (obat-obatan dll) menghasilkan emisi
karbon yang signifikan.
3Peternakan
menyedot begitu banyak sumber daya pendukung lainnya, mulai dari pakan
ternak hingga obat-obatan dan hormon untuk mempercepat pertumbuhan. Mungkin
sepintas terlihat seperti pendukung pertumbuhan ekonomi. Tapi dapatkah Anda
membayangkan berapa banyak lagi emisi yang dihasilkan tiap industri
pendukung tersebut?
Perekonomian yang maju tidak ada lagi artinya kalau planet kita hancur!Masih banyak sektor-sektor
industri ramah lingkungan yang bisa dikembangkan di dunia ini. Jadi mengapa
harus mengembangkan sektor yang membahayakan kehidupan kita semua?
Sumber: Publikasi
tanggal 27 Januari 2008

4Peternakan,
begitu banyak hutan hujan yang dikorbankan. Hal ini masih diperparah lagi
dengan banyaknya hutan yang juga dirusak untuk menanam pakan ternak tersebut
(gandum, rumput, dll). Padahal akan jauh lebih efisien bila tanaman tersebut
diberikan langsung kepada manusia. Peternakan sapi saja telah menyedot
makanan yang cukup untuk memenuhi kebutuhan kalori
8,7 miliar orang!
Lebih dari jumlah populasi manusia di
dunia. KELAPARAN DUNIA
TIDAK AKAN TERJADI JIKA SEMUA ORANG BERVEGETARIAN.
Sebuah penelitian menyebutkan
bahwa seorang vegetarian
menyelamatkan hingga setengah hektar pepohonan setiap tahunnya! Hutan hujan tropis mengalami
penggundulan besar-besaran untuk menyediakan lahan peternakan. Lima puluh
lima kaki persegi hutan tropis dihancurkan hanya untuk menghasilkan satu ons
burger! Perusakan hutan sama dengan memperparah efek pemanasan global karena
CO2 yang tersimpan dalam tanaman akan terlepaskan ke atmosfer bersamaan
dengan matinya tanaman tersebut.
5Hewan-hewan
ternak seperti sapi adalah polutan metana yang signifikan. Sapi secara
alamiah akan melepaskan metana dari dalam perutnya selama proses mencerna
makanan (kita mengenalinya sebagai bersendawa—glegekan kata orang jawa).
Metana adalah gas dengan emisi rumah kaca yang 23 kali lebih buruk dari CO2.
Dan miliaran hewan-hewan ternak di seluruh dunia setiap harinya melakukan
proses ini yang pada akhirnya menjadi polutan gas rumah kaca yang signifikan.
Tidak kurang dari 100 milliar
ton metana dihasilkan sektor peternakan setiap tahunnya!
6Limbah
berupa kotoran ternak mengandung senyawa NO (Nitrogen Oksida) yang notabene
300 kali lebih berbahaya dibandingkan CO2. Pertanyaannya adalah: Memangnya
seberapa banyak kotoran ternak yang ada? Di Amerika Serikat saja, hewan
ternak menghasilkan tidak kurang dari 39,5 ton kotoran per detik! Bayangkan
berapa banyak jumlah tersebut di seluruh dunia! Jumlah yang luar biasa besar
itu membuat sebagian besar kotoran tidak dapat di proses lebih lanjut
menjadi pupuk atau hal-hal berguna lainnya, akhirnya yang dilakukan oleh
pelaku industri peternakan modern adalah membuangnya ke sungai atau ke
tempat-tempat lain yang akhirnya meracuni tanah dan sumber-sumber air.
Kontribusi gas NO dari sektor peternakan sangatlah signifikan!

Metana dan Nitro Oksida yang berasal Dari sistem pencernaan dan kotoran hewan menghasilkan emisi gas rumah kaca lebih hebat dari semua mobil,kereta api, dan pesawat digabungkan

Lakukanlah sesuatu!
JADILAH VEGETARIAN!
Inilah hal yang TERBAIK
yang bisa Anda lakukan
bila Anda ingin menyumbangkan sesuatu bagi usaha dunia mengerem pemanasan
global, disamping dari segala penghematan listrik dan energi yang Anda
lakukan.
Penelitian Universitas Chicago telah menunjukkan bahwa
seorang vegetarian dapat
mengurangi emisi karbon hingga 1,5 ton setiap tahunnya!
Jumlah ini bahkan lebih banyak dari mengganti mobil Anda dengan Toyota Prius
yang hanya menghemat 1 ton emisi karbon setiap tahunnya. Beberapa media
massa luar negeri bahkan menyebut
“Vegetarian is the new Prius!”
Berubah menjadi vegetarian tidak membutuhkan biaya
apa-apa, bahkan menghemat anggaran belanja Anda. Bandingkan dengan membeli
mobil ramah lingkungan yang harganya sangat mahal dan hanya bisa dijangkau
oleh orang-orang berduit. Janganlah berpikir bahwa Anda sendirian tidak akan
dapat membuat perbedaan karena masih banyak orang di luar sana yang masih
melakukannya. Jadilah contoh bagi mereka. Informasi dan contoh nyata dari
satu orang dapat menginspirasi ratusan bahkan ribuan orang lainnya. Ini
bukanlah candaan ataupun pujian yang dibuat-buat:
Tetapi Andalah calon-calon penyelamat
dunia ini dengan pilihan dan tindakan Anda yang akan menginspirasi
orang-orang lainnya.
Seribu orang yang beralih ke pola makan vegetarian sama dengan pengurangan
1.500 ton emisi karbon per tahun. Bila 10% saja dari penduduk Indonesia
bervegetarian, kita telah mengurangi
sedikitnya 30 juta ton emisi karbon per tahun! Suatu angka penghematan
yang sangat fantastis!
Alasan bervegetarian saat ini bukan lagi hanya karena
Anda sok baik/peduli pada nasib hewan. Bukan hanya karena Anda sok suci/spiritual.
Bukan juga hanya karena Anda peduli pada kesehatan Anda, tetapi lebih dari
itu:
Anda ingin hidup lebih lama di planet
ini dan Anda ingin mewariskan masa depan yang layak bagi Anak cucu Anda
kelak!Entah apa yang akan dipikirkan oleh
anak cucu kita ketika mereka tahu bahwa masa suram yang mereka jalani di
masa depan adalah buah dari ketidakpedulian orang tua mereka.
Berubahlah! apalah artinya mengganti sepotong empal dengan sepotong tahu,
bila hal ini berhubungan langsung dengan keselamatan Anda, dan juga masa
depan anak cucu Anda. Sesederhana itu untuk menyelamatkan dunia: Lepaskanlah daging dari
piring makan Anda!
Mulai sekarang,
ketika Anda merasa cuaca sangat panas, atau ketika Anda melihat berita
bencana alam yang mengerikan di TV atau di koran pagi ini, renungkanlah
kembali apa yang baru saja Anda makan tadi malam
Penyelesaian untuk Krisis Energi:
Bahan Bakar Alternatif
dan
Diet Vegetarian
Mengikuti
diet vegetarian bahkan lebih efektif dalam mengurangi emisi rumah kaca
daripada mengendarai sebuah kendaraan listrik hibrida, menurut sebuah
karya tulis yang diterbitkan pada tanggal 12 April 2006 di Earth
Interactions, sebuah jurnal dari Persatuan Geofisika Amerika. Profesor
Gidon Eshel dan Pamela Martin dari Universitas Chicago menyimpulkan
bahwa mengikuti diet vegan mengurangi emisi C02 sebanyak 1,5 ton tiap
tahun, dibanding 1 ton yang dihemat bila berpindah dari sebuah mobil
biasa (Toyota Camry) ke sebuah mobil hibrida (Toyota Prius).
[1]
Hal yang
sangat mengejutkan pada penelitian adalah biaya energi dari memakan ikan
hampir sama besarnya dengan makan daging merah. Ini karena biaya yang
sangat besar dari menjaring ikan di kapal. Di antara para ahli biologi,
ikan dan daging sering dianggap “protein murah” bagi hewan pemangsa.
Tetapi, hal sebaliknya berlaku bagi produksi makanan manusia. Untuk
manusia, efisiensi energi (energi keluaran dibagi dengan energi masukan)
dari protein udang, misalnya, adalah 0.5%, dibanding 510% untuk gandum.
Produk-produk hewani lainnya jatuh dalam kisaran 3%. Ini baru menyangkut
protein dan belum termasuk nutrisi lainnya; dan dalam hal ini
buah-buahan dan sayuran adalah sumber-sumber yang jauh lebih efisien.[2]
Para peneliti menegaskan bahwa studi mereka belum
memperhitungkan biaya energi jangka panjang yang sangat besar sehubungan
dengan pemakaian sumber-sumber daya alam seperti air dalam produksi
daging. Dr. Eshel menyimpulkan, “Kami katakan bahwa semakin Anda sanggup
menjalankan diet vegan dan semakin jauh dari makanan berdaging, maka
semakin baik bagi planet ini.
Kunci untuk Mengurangi
Pemanasan Global dan Penipisan Sumber Alam
Saat
ini, masalah pemanasan global dan berkurangnya sumber alam seperti
bahan bakar fosil, air segar, dan humus adalah tantangan paling sulit
yang pernah dihadapi oleh manusia. Para ilmuwan telah menyimpulkan
bahwa mengurangi pengeluaran karbon dioksida (CO2) akan memperkecil
pemanasan global, sehingga pada tahun 1997, 181 pemerintahan
menandatangani Protokol Kyoto untuk mengurangi emisi bahan kimia
beserta lima “gas rumah hijau” lain. Walaupun tindakan ini merupakan
suatu langkah positif, dalam majalah ilmiah
Physics World (Dunia Fisika)
terbitan bulan Juli 2005, fisikawan Inggris, Alan Calverd, mengusulkan
suatu cara yang lebih sederhana untuk menghilangkan pemanasan
global—berhenti makan daging. Artikelnya “Suatu
Pendekatan Radikal terhadap Kyoto” telah tersebar dengan cepat
melalui internet dan sedang menjadi pembicaraan hangat di kalangan
para ilmuwan.
Walaupun Calverd
bukan seorang vegetarian, ia mengakui pemborosan terbesar dari sumber
alam dan energi disebabkan oleh meningkatnya jumlah ternak hewan untuk
dimakan. Jadi, ia menghitung bermacam-macam pemakaian energi yang
menghasilkan CO2, seperti pembakaran bahan bakar fosil dan manusia,
serta metabolisme ternak. Ia menemukan bahwa 21% konsumsi energi itu
untuk mempertahankan peternakan hewan. Sama dengan pembuangan bahan
bakar mobil, pernapasan ternak menghasilkan jumlah CO2 yang sangat
besar, dan hal ini merupakan salah satu penyebab pemanasan global.
Tetapi faktor ini tidak dimasukkan ke dalam kategori emisi buatan
manusia oleh para ilmuwan iklim dan politikus, karena mereka
menganggap bahwa hal itu bukanlah suatu fenomena buatan manusia yang
tidak dapat diubah.
Lebih lanjut, dari 21%
ini, Calverd tidak memasukkan emisi karbon dioksida, seperti produksi
pakan, penjagalan mekanis, pengeluaran isi perut, pengemasan,
transportasi, dan pendinginan.
Perhitungan yang lebih
lengkap mengenai jumlah energi untuk produksi daging telah dilakukan
oleh Dr. David Pimentel dari Universitas Cornell, seorang ahli agraria,
yang tidak terlibat dalam gerakan vegetarian. Ia terus meneliti jumlah
energi dari ‘pertumbuhan’ produksi daging selama sepuluh tahun dan telah
menulis 560 makalah ilmiah serta 23 buku mengenai persoalan tersebut.
Dr. Pimentel juga sering kali menduduki jabatan di kursi pemerintahan
yang mengawasi industri daging. Ia berulang kali memberitahu sesama
rekan ilmuwan daging lainnya, ”Saya tidak membuat suatu keputusan moral
apa pun. Saya hanya memberikan Anda data.”
Dalam makalahnya di tahun
2004 “Produksi Ternak dan Penggunaan Energi”, Pimentel memperkirakan
bahwa jumlah bensin di Amerika Serikat yang digunakan untuk menopang
pola makan daging, jumlahnya sangat mencengangkan, yaitu sebanyak 401
galon bensin setiap tahun, sedangkan untuk pola makan vegetarian
sebanyak 219 galon bensin. Jumlah ini meningkat secara dramatis dengan
semakin banyak daging yang dimakan seseorang. Pimentel juga
mengalkulasi: jika seluruh dunia mempunyai pola makan seperti
orang-orang di Amerika Serikat, cadangan minyak tanah Bumi akan habis
hanya dalam waktu tiga belas tahun. Yang paling luar biasa adalah
observasi berikut ini:
Bahkan mengendarai
mobil-mobil mewah yang menyedot banyak bensin dapat menghemat energi
daripada berjalan kaki. Jumlah kalori yang Anda bakar dengan berjalan
kaki berasal dari diet Standar Amerika! Ini karena energi yang
dibutuhkan untuk menghasilkan makanan yang akan Anda bakar saat berjalan
kaki dalam jarak tertentu adalah lebih besar daripada energi yang
diperlukan untuk mengisi bensin di mobil Anda untuk jarak yang sama,
dengan asumsi bahwa mobil tersebut menempuh jarak 24 mil setiap galonnya
atau lebih dari itu.
Di samping itu, perhitungan yang sama pada saat
naik sepeda, dari situs web
http://www.bicycleuniverse.info/mengungkapkan bahwa bersepeda pada
pemakan daging memerlukan konsumsi bahan bakar-fosil sama banyak dengan
mengendarai sebuah mobil. Emisi lain yang berkaitan dengan daging yang
sering terlupakan adalah metana, sebuah produk dari pencernaan makanan
anaerob yang dihasilkan ketika seekor sapi mengeluarkan napas. Sebuah
studi dari NASA (National Aeronautics and Space Administration) yang
diumumkan dalam majalah ilmiah Surat Penelitian Geofisika
(Geophysical Research Letters) terbitan bulan Februari 2005
mengungkapkan bahwa karena pengaruh metana pada lapisan ozon di
atmosfer, metana menimbulkan pemanasan global dua kali lipat dari yang
sebelumnya diperkirakan (10%), dan pola makan daging bertanggung jawab
atas sepertiga dari emisi metana biologis.
Statistik lain yang
mengejutkan adalah bahwa sembilan miliar hewan ternak yang dipelihara di
Amerika Serikat mengonsumsi tujuh kali lipat padi daripada yang dimakan
oleh populasi manusia di negara tersebut. Persentase dari padi yang
diberikan kepada hewan ternak juga membubung tinggi di negara-negara
berkembang seperti Cina, Mesir dan Meksiko. Lebih jauh lagi, menurut
Institut Pengawasan Dunia (Worldwatch Institute), tiap pon daging yang
diberi makan dengan padi, telah mengakibatkan 35 pon humus terkikis.
Jadi untuk mempertahankan pola makan daging, kita memerlukan lebih dari
4.000 galon air setiap hari dibandingkan dengan 300 galon air yang
dibutuhkan oleh para vegetarian.
Menurut ahli ekologi
ternama Mathis Wackernagel, pola makan daging hewan adalah alasan utama
manusia menghabiskan kapasitas-bio jangka panjang planet ini dalam
kecepatan yang tidak dapat ditahan. Oleh karena itu, banyak ilmuwan
seperti Wackermagel dan Calverd secara ilmiah telah membuktikan bahwa
mengonsumsi daging dapat menguras sumber alam Bumi. Tetapi pokok
persoalan lain yang tidak dapat diukur dan perlu dipertimbangkan adalah
aspek kesejahteraan hewan serta pengaruh moral dari penyembelihan hewan
secara massal terhadap kesadaran manusia.
Sumber Url : PemanasanGlobal.net
Cracker Indonesia Kembali Lumpuhkan Situs Malaysia
Minggu, 3 Januari 2010 - 11:00 wib
Screenshot http://malaysianaturalheritage.com/
JAKARTA - Cracker Indonesia kembali beraksi di situs milik Malaysia. Kali ini yang menjadi korban serangan adalah situs Malaysia Natural Heritage.
Pantauan Okezone, Minggu (3/1/2010) di situs yang beralamat di http://malaysianaturalheritage.com/ tersebut menunjukkan tampilan situs tersebut telah diubah. Sebuah tulisan besar tampak jelas dalam gambar bendera Malaysia. Tulisan tersebut mengklaim bahwa situs tersebut milik Rakyat Indonesia.
"Situs ini diklaim oleh Rakyat Indonesia," demikian tulisan tersebut.
Selain itu, cracker yang menggunakan nama Arianom tersebut juga menuliskan sejumlah pesan-pesan yang menyudutkan Malaysia. seperti "Negara tak berbudaya, Suka Mencuri Kebudayaan Indonesia," tulisnya.
Aksi saling serang antara Indonesia dan Malaysia di dunia maya seolah tidak ada hentinya. Sebelumnya, pada September 2009 cracker Indonesia juga menyerang situs Malaysia.
Setidaknya sekira 50 situs Malaysia berhasil dikerjai cracker Indonesia, ketika itu. Selain mengibarkan bendera merah putih secara virtual, mereka juga menyematkan sebuah shoutbox yang memungkinkan para pengunjung situs-situs yang di-hack memberikan komentar. (ugo)
Sumber : okezone.com
Si Nakal dari Harvard
Cerita tentang Mark Zuckenberg, mahasiswa asal Harvard, Amerika Serikat. Pernah dihukum petinggi kampus karena badung. Lalu muncul dengan karya kreatif situs jejaring sosial yang paling menggurita di dunia: Facebook.
Sumber : Vivanews.com
Xiao Tian Hacker Cantik dari Negeri China
VIVAnews - Google baru-baru ini menyatakan siap mengundurkan diri dari China dan menutup seluruh operasional mereka di sana. Alasannya, raksasa mesin pencari itu sudah tidak tahan dengan gelombang serangan yang dilancarkan para hacker asal negeri tirai bambu tersebut.
David Drummond, Senior Vice President, Corporate Development and Chief Legal Officer Google menyebutkan, pihaknya mendapati adanya ‘serangan yang sangat canggih’ yang berasal dari China terhadap infrastuktur Google.
“Serangan-serangan ini membuat kami memutuskan untuk meninjau kelayakan operasi bisnis kami di China,” sebut Drummond blog resmi Google, 12 Januari 2010.
Langkah Google yang memilih mundur dari China menunjukkan dahsyatnya komunitas hacker di negeri tersebut.
Sampai Juli 2008, diperkirakan terdapat 4 juta orang hacker yang tergabung dalam berbagai komunitas hacker. Salah satunya adalah kelompok hacker khusus wanita yang menamakan diri Cn Girl Security Team.
Kelompok hacker ini dipimpin oleh gadis kelahiran Hunan, 6 September 1989 bernama Xiao Tian.

Dalam benak, kita mungkin membayangkan bahwa tipikal seorang hacker adalah remaja yang beranjak dewasa, dengan penampilan seadanya – kalau tidak dibilang buruk rupa – dengan kacamata tebal, perokok berat, rambut acak-acakan tak terawat dan jarang mandi karena menghabiskan sebagian besar hidupnya di depan komputer.
Ternyata tidak demikian dengan Xiao Tian. Meski menyebutkan ia sering begadang dan sesekali merokok, tetapi penampilannya sangat apik. Sepintas, melihat penampilannya, Anda mungkin tak akan menyangka bahwa ia merupakan pimpinan dari kelompok hacker yang anggotanya mencapai lebih dari 2.200 orang hacker wanita.
Xiao Tian menyebutkan, ia membuat kelompok tersebut karena ia merasa bahwa perlu ada tempat bagi gadis remaja sepertinya, yang merasa tersingkirkan dari dunia hacker yang disesaki oleh hacker pria yang menganggap bahwa hacker wanita tidak memiliki skill yang cukup.
Perlahan tapi pasti, Xiao Tian dan kelompok hackernya mulai menerobos dominasi pria di dunia hacking. Mereka mengincar status selebritis yang disandang oleh para hacker di China sekaligus membuka peluang ‘karir’ yang menggiurkan yang tersedia bagi hacker yang memiliki reputasi tinggi.
Meski anggota klub hacker Xiao Tian masih relatif kecil dibandingkan dengan populasi hacker di China, akan tetapi ‘organisasi’ hackernya mungkin merupakan salah satu kelompok hacker perempuan terbesar di China.

Scott Henderson, seorang pensiunan tentara AS yang merupakan pengamat dan penulis The Dark Visitor: Inside the World of Chinese Hackers pernah menyebutkan pada DNA India. “Aspek unik dari hacker China adalah rasa nasionalisme dan kolektivitas. Ini kontras dengan stereotip hacker barat yang umumnya mandiri dan bekerja secara individual di ruang bawah tanah tempat tinggal mereka,” ucapnya.
Akan tetapi, belakangan, kecenderungan yang terjadi adalah ‘tentara cyber’ tersebut terpecah-pecah dan membentuk kriminal kapitalis dan mulai meninggalkan rasa nasionalisme mereka.
Meski demikian, Henderson menyebutkan, suatu saat jika ada konflik yang melibatkan China, hacker tentu akan memobilisasi kelompok mereka dan terlibat dalam perang dunia maya. Dan jika saatnya tiba, ‘jenderal’ Xiao Tian mungkin akan menjadi salah satu pemimpin pasukan tentara China tersebut.
Sumber : Vivanews.com
Jumat, 15 Januari 2010
Selamat Datang Di Eko Blog
Temukan informasi-informasi menarik dan terbaru dari blog ini.
dimohon dukungan, kritik dan saran yang membangun agar blog ini dapat berkembang dengan bagus dan dapat berguna bagi kita semua...
ttd
Eko
